Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman Yogyakarta

Jadi Daya Tarik, Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman Akan Dikembangkan

28 Februari 2018

TAMASYA.ID - Objek wisata budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman Yogyakarta akan terus dikembangkan, karena memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.  

”Pergantian bregada jaga ini berlangsung tiap 35 hari sekali atau tiap Sabtu Kliwon,” ungkap Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY Wardoyo beberapa hari lalu.

Wardoyo mengatakan, momen pergantian bregada prajurit itu dipadukan dengan kegiatan atraksi budaya yang dipusatkan di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman. Sejumlah atraksi budaya seperti reog dan jatilan dari berbagai grup kesenian rakyat dipentaskan.

Menurutnya, dua kegiatan itu ternyata menarik perhatian masyarakat. Itu terlihat dengan antusiasme penonton yang terlihat memadati kawasan Puro Pakualaman. ”Pergantian bregada jaga ini menjadi daya tarik wisata di tengah kota,” kata dia.

Sepanjang 2018 akan ada 10 kali pergantian bregada jaga Pakualaman. Setiap ada upacara pergantian bregada jaga dibarengi dengan atraksi wisata budaya.

”Kami sengaja elaborasi dua acara tersebut yang sebelumnya berjalan terpisah,” lanjut Wardoyo yang ikut menyaksikan prosesi pergantian bregada di panggung kehormatan bersama sejumlah penghageng Kadipaten Pakualaman. Lokasinya persis di regol pintu masuk Pakualaman.

Penghageng Pambudidaya Kadipaten Pakualaman KPH Kusumo Parastho mengapresiasi kegiatan Atraksi Wisata Budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman yang diprakarsai Dinas Pariwisata DIY tersebut.

Menurut dia, acara tersebut sebagai upaya ikut melestarikan budaya melalui pengembangan objek yang memiliki daya tarik wisata. ”Prosesi pergantian bregada jaga ini sudah beberapa kali diadakan dan selalu menyita perhatian khalayak,” terangnya.

Bregada jaga yang mengalami pergantian itu dari Bregada Lombok Abang digantikan Bregada Plangkir. Dalam prosesi itu, kedua bregada mengadakan defile dilanjutkan berjalan mengelilingi tembok Pakualaman. Iringan musik mengiringi gerak langkah kedua bregada prajurit tersebut.

Kusumo menerangkan, pergantian prajurit jaga itu mengadopsi tradisi di Istana Kerajaan Inggris. Maklum, Pakualaman adalah salah satu kadipaten penerus Dinasti Mataram yang lahir di era kekuasaan Gubernur Jenderal Inggris Raffles semasa menjajah Indonesia. Pakualaman berdiri pada 17 Maret 1813 melalui kontrak yang diteken Pangeran Notokusumo atau Paku Alam I dengan Inggris.

Tentang pilihan Sabtu Kliwon sebagai momentum pergantian bregada jaga, Kusumo menjelaskan itu disesuaikan dengan weton Adipati Paku Alam X. Weton adalah perhitunganpasaran atau lima hari dalam kalender Jawa. (Halinka)