Bukit Daun di Tuban

Tambang Batu Kapur Disulap Jadi Taman Wisata Bukit Daun

27 Februari 2018

TAMASYA.ID - Tempat wisata taman “Bukit Daun” di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini populer di kalangan wisatawan. Lokasinya 18 kilometer dari Kota Tuban atau membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, disebut “Bukit Daun” karena taman ini menyerupai bentuk daun yang berada di ketinggian. Siapa sangka, lokasi yang memiliki pemandangan indah dan berhawa sejuk ini adalah lahan bekas tambang batu kapur milik Semen Indonesia.

Pada Kamis 22 Februari lalu taman tersebut diresmikan oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah bersama Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin didampingi Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto dan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto.

Ia mengatakan, taman bukit daun ini menempati lahan seluas 1.000 meter persegi, mulai dibangun pada akhir Desember 2016 dan selesai Januari 2018.

“Taman ini selain rindang, juga memiliki 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai, seperti; kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma dan tanaman jenis obat yang khusus kita tanam dilahan tersebut” terangnya.

Agung menjelaskan, taman Bukit Daun akan menjadi wahana wisata baru bagi masyarakat. Beberapa fasilitas telah disiapkan, di antaranya tempat parkir dan toilet.

Selain itu, bagi yang suka mengunggah swafoto juga disediakan spot foto yang menarik. Taman ini dibuka setiap hari pada jam tertentu. Senin-Jumat dibuka pukul 15.00-17.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00-17.00.

“Semen Indonesia dalam melakukan penambangan mengedepankan praktik penambangan yang ramah lingkungan,” lanjutnya.

Sebagai contoh, kata Agung, lahan pascatambang batu kapur diubah menjadi sarana wisata dan hutan yang hijau. "Sedangkan lahan pascatambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk budidaya ikan dan pengairan lahan pertanian bagi masyaraat sekitar," ujarnya.

Hingga 2017, Semen Indonesia mereklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 187,66 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 187.935 batang. Sedangkan di lahan pascatambang tanah liat seluas 67,04 Ha dengan jumlah pohon mencapai 109.932 batang. Diantaranya Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi. (Halinka)