Wisatawan berfoto dengan latar Gunung Agung

Bali Tourism Board Optimis Capai Target Kunjungan Wisman Hingga 6,5 Juta di 2018

27 Februari 2018

TAMASYA.ID - Bali Tourism Board (BTB) optimistis dapat mencapai target 6,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018 di Pulau Dewata. Hal ini seiring dengan membaiknya kondisi pariwisata setelah aktivitas vulkanik Gunung Agung menurun.

"Target kunjungan wisman di Bali tahun ini sekitar 40 persen dari total nasional sebanyak 17 juta wisman," kata Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana di Denpasar, Senin (26/02).

Badan Pusat Statistik Provinsi (BPS) Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Bali tahun 2017 mencapai hampir 5,7 juta orang, naik 15,6% jika dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 4,92 juta orang.

Dengan adanya peningkatan target tersebut maka pihaknya bersama pelaku pariwisata di Bali lainnya akan bekerja sama untuk melakukan promosi langsung menyasar pangsa pasar wisatawan mancanegara.

Para pelaku pariwisata di Kabupaten Badung misalnya juga akan terbang ke Berlin, Jerman untuk mengikuti promosi pariwisata langsung di ajang eksebisi pariwisata skala internasional di ITB Berlin, 7-11 Maret 2018.

Dengan promosi itu, pariwisata Bali diharapkan semakin dikenal sehingga menarik kunjungan wisatawan khususnya dari pasar Eropa.

Pasar lain yang juga dinilai gemuk adalah pasar yang selama ini dinilai sudah biasa yakni Australia dan negara lain di Asia seperti China dan India yang kini muncul menjadi sumber wisman baru dengan jumlah yang banyak.

Partha menambahkan upaya promosi itu dilakukan sekaligus untuk memulihkan pariwisata Bali yang sempat tersendat karena terdampak peningkatan aktivitas Gunung Agung akhir tahun 2017.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mengambil inisiatif salah satunya dengan mengundang para duta besar negara sabahat untuk berwisata di Bali termasuk mengunjungi Kabupaten Karangasem yang paling terdampak erupsi Gunung Agung.

"Mengundang duta besar merupakan salah satu cara jitu karena beberapa negara membutuhkan campur tangan pemerintah. Dengan undangan itu mereka dapat melihat langsung kenyataan Bali yang masih aman," katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan mengesampingkan kualitas para turis yang berkunjung di Bali agar citra pariwisata di Pulau Dewata tidak dicap murah. "Kami lebih baik juga mengejar kualitas daripada kuantitas misalnya turis China harus siap undang mereka yang lebih berkualitas," katanya. (Halinka)