Istimewa

Bekraf Mau Jakarta Jadi Tempat Bursa Seni Rupa

28 Juli 2017

TAMASYA.ID - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mau agar DKI Jakarta menjadi tempat bursa seni rupa di Tanah Air dilihat dari kenyamanan kolektor untuk berbelanja karya seni rupa.

Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam pembukaan Art Jakarta 2017 di Jakarta, Kamis (27/7) mengatakan, mudah-mudahan Jakarta menjadi tempat bursa seni rupa di Indonesia," kata.

Bekraf menilai kecepatan industri seni di Jakarta bisa dibanggakan karena kolektor Indonesia mulai nyaman berbelanja di Tanah Air dibandingkan sebelumnya yang lebih banyak berbelanja di Singapura atau Hong Kong karena bebas pajak.

Ia berharap ke depan Jakarta makin baik dalam mendukung seni rupa agar berkembang.

Triawan menekankan bahwa Bekraf selalu mendukung karier seniman muda dalam berkarya dan mendapat peluang pasar di dalam negeri dan luar negeri.

"Bekraf peduli pada seniman muda. Untuk itu, ada 45 seniman muda ikut dalam Art Jakarta. Kalau tidak ditampilkan, akan sulit tampil di ajang seni sebesar ini," ucap Triawan.

Bekraf bekerja sama dengan penyelenggara Art Jakarta 2017 mengadakan "open call" dan menerima 427 peserta yang berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Tangerang, Jambi, Solo, Semarang, Surabaya, Jember, Kupang, dan Sentani.

Selanjutnya, karya 427 partisipan tersebut dikurasi oleh kurator Rifki Effendi dan Asmudjo yang mengerucut menjadi 45 karya yang dipajang dalam Art Jakarta 2017.

Bertema "Unity in Diversity", Art Jakarta 2017 yang menampilkan karya seni dan instalasi dari galeri lokal serta mancanegara membawa pesan seni dapat menyatukan segala perbedaan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan seni rupa akan mendongkrak kepedulian warga DKI Jakarta karena seni dapat menghaluskan jiwa dan rasa.

"Seni rupa mendongkrak kepedulian warga Jakarta karena seni rupa menghaluskan jiwa kita," ujar dia dalam pembukaan Art Jakarta 2017 di Jakarta, Kamis malam.

Orang yang mencintai seni rupa, kata Djarot, terkena sentuhan hingga ke nuraninya. "Budaya juga biasanya mengantarkan orang menjadi sosok terpandang karena dapat menghargai orang lain," ujarnya.

Triawan mengapresiasi tema "Unity in Diversity" yang diangkat Art Jakarta 2017 karena dianggap tepat menggambarkan seni budaya menjadi pemersatu bangsa.

Perhelatan seni yang mendunia itu disebut Djarot sesuai dengan misi DKI Jakarta untuk menjadi kota pengembangan seni budaya, khususnya seni rupa.

"Semoga Art Jakarta di tahun akan datang menjadi lebih hebat dan seniman muda dapat menjadikan Jakarta pusat seni budaya di Asia Tenggara dan Asia," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Djarot juga mengatakan monumen patung akan dibuat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo dari empat potong batu dari tembok Berlin.

"Nanti empat potong akan ditaruh di RPTRA Kalijodo untuk dibuat mural. Itu menyebarkan Jakarta menembus batas satu ikatan sebagai satu bangsa dan saudara," pungkasnya.

Rep.Inka