Film Wonder Women

Film Wonder Women, Antara Kontroversi dan Pujian

02 Juni 2017

TAMASYA.ID - Film live action Wonder Woman sudah bisa dinikmati pecinta film di Indonesia sejak Rabu 31 Mei 2017. Film garapan Warner Bros Pictures tersebut mengangkat kisah hidup seorang putri Amazon, keturunan dewa bernama Diana, yang tumbuh menjadi seorang pahlawan super.

Cerita sedikit mengenai film ini, Diana dibesarkan oleh ibunya, Ratu Hippolyta yang diperankan Connie Nielsen.

Diana kecil hidup di pulau bernama Paradise. Sejak dini, dia dididik menjadi pejuang tangguh dan kuat yang jago bela diri. Ketika dewasa, pahlawan wanita yang diperankan aktris cantik Gal Gadot tersebut bertemu dengan Steve Trevor yang diperankan Crish Pine, seorang mata-mata asal Amerika yang dikejar tentara Jerman, karena mencuri catatan rahasia yang berisi rumus senjata kimia.

Pertemuan itu menjadi awal kisah kepahlawanan Diana sebagaiWonder Woman. Dia rela meninggalkan kampung halamannya, demi menyelamatkan dunia dari perang besar.

Film ini bagai sebuah 'oase di tengah padang pasir' bagi DC Comics dan penikmat film laga dengan pahlawan super wanita. Harapan itu pun tak muluk, lantaran Wonder Woman sudah banjir pujian dari banyak pengamat film dunia sebelum dirilis. Bahkan, film ini diprediksi bakal menjadi produk DC terbaik yang pernah dilahirkan.

Mengundang Kontroversi

Tak hanya pujian yang mengalir deras untuk film yang pernah dibuat serial TV pada era 1970-an hingga 1990-an itu. Sebab, kritikan negatif dan kontroversi pun menyertai film yang baru akan tayang di Amerika pada 2 Juni 2017 mendatang.

Mulai hal sepele hingga politis menghadang prediksi kesuksesanWonder Woman. Pertama, soal ketiak Gadot yang sangat bersih. Padahal, karakter yang diperankannya hidup di sebuah pulau terpencil yang jauh dari kehidupan masyarakat urban dan belum ada produk pembersih ketiak.

Pembahasan itu terdengar konyol dan tidak masuk akal. Sebab, pemeran Wonder Woman versi lawas, Lynda Carter juga tampil dengan ketiak bersih.

Hal lain yang dikaitkan dengan film ini adalah soal feminisme hingga teori tentang bukti belas kasih dari Wonder Woman terhadap musuhnya. Adalagi kritikan soal kostum modern yang dikenakan Gadot.

Mereka menilai kostum Wonder Woman terkini terlalu pendek, seolah menjual keseksian wanita. Soal itu, sutradara Wonder Woman, Patty Jenkins pun bersuara.

"Aku rasa itu seksis (diskriminasi seksual). Aku harus bertanya pada diriku sendiri, apa yang harus aku aplikasikan pada jagoan super yang lain," kata dia, seperti dikutip dari Cinema Blend.

Dia menjelaskan bahwa kostum Wonder Woman modern adalah fantasi dan bukan untuk semua orang.

Sementara itu, Wonder Woman tradisional, menurut dia, adalah karakter yang bisa mengenakan kostum pendek dan imut-imut, sehingga bisa beraksi melawan kejahatan ketika memakainya.

Tak berhenti di sana, kontroversi terbaru adalah soal pemeran Wonder Womankelahiran Israel itu. Karena alasan politis, Libanon melarang penayangan Wonder Woman dan mencekal Gadot.

Sudah pasti, karena kewarganegaraan Gadot. Hollywood Reporter menulis bahwa Libanon sudah lama berperang melawan Israel. Sejak puluhan tahun lalu, Libanon sudah memboikot produk negara tersebut dan melarang warganya bepergian, atau memiliki hubungan dengan Israel.

Tak hanya itu, wanita berusia 32 tahun ini juga menuai kontroversi lantaran pernah mengunggah kiriman Facebook yang berisi dukungan terhadap tentara Israel untuk invasi Gaza, tiga tahun lalu.

"Aku mengirimkan cinta dan doaku untuk semua warga Israel. Terutama untuk anak-anak yang membahayakan hidup mereka melindungi negaraku melawan aksi mengerikan yang dilakukan Hamas, mereka bersembunyi seperti penakut di balik wanita dan anak-anak," tulis Gadot dalam akunnya di Facebook.

Ini bukan kali pertama Libanon melarang film karena alasan politis, Libanon sebelumnya pernah mencoba melarang pemutaran Batman v Superman: Dawn of Justice, di mana Gadot juga berpartisipasi dalam film itu.

Keunggulan Wonder Woman

Meski diselimuti kontroversi, film yang sudah dinantikan jutaan pecinta film ini menjanjikan cerita yang menarik. Di tengah aksi-aksi keren yang ditawarkan, pahlawan super berwajah cantik ini juga memiliki kekuatan super dengan bantuan alat super yang ingin disaksikan, seperti senjata berupa tameng (shield), gelang (bracelet), dan lasso kejujuran (lasso of truth).

Selain itu, film laga ini memiliki akhir dramatis, sehingga menambah keseruan film. Wonder Woman juga menjadi film pahlawan super wanita pertama dari DC.

Selain itu, penonton pun penasaran, karena film ini menjadi aksi perdana Wonder Woman sebagai pemeran utama diangkat ke film layar lebar. Hal ini, sepertinya bisa menjadi magnet bagi penonton datang ke bioskop memilih Wonder Woman.

Dan, banyakanya ulasan positif dari pengamat pun mampu membuka peluang film Wonder Woman berada di puncak box office dunia. Beberapa ulasan baik tersebut diungkapkan Alonso Duralde dariThe Wrap.

Dia menilai, film tersebut lebih dari sekadar film superhero, karena mampu memadukan kecerdasan dan adrenalin dengan gaya terbaik Hollywood. Sementara itu, Lindset Bahr dari Associated Press menyebut Wonder Woman layak ditonton ulang.

Pengamat di Rotten Tomatoes memberikan penilaian positif. Menurutnya, film yang yang memadukan aksi dan drama itu cukup menarik dan sangat cocok disaksikan di waktu luang.

Sementara itu, Warner Bros sendiri berharap film ini mampu mencapai pendapatan secara global sebesar lebih dari US$175 juta, atau sekitar Rp2,3 triliun.

Dan, waktu akan menjawab apakah pujian di tengah kontroversi bisa membuatWonder Woman menjadi film pahlawan super wanita yang sukses untuk kali pertama, mengingat film pahlawan super wanita sebelumnya seperti Cat Woman dan Elektramemiliki akhir yang miris di pasaran. 

(Argy/Viva)