Pembukaan Museum Keris Solo Mundur Karena Story Line

08 Juni 2016

Tamasya.id - Operasional Museum Keris Solo yang semula dijadwalkan dibuka awal Oktober 2016 mundur, karena belum selesainya proses lelang pengerjaan proyek "story line" dan diorama senilai Rp1,8 miliar di museum tersebut. "Lelang pengerjaan 'story line' dan diorama rampung akhir bulan ini. Lelang tersebut mundur dari target awal rampung April lalu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Surakarta Eny Tyasni Suzana di Solo, Rabu (08/06). Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap optimistis jika museum sudah bisa dibuka untuk umum akhir tahun ini. "Ya mudah-mudahan lelang bisa kelar Juni ini. Jadi pengerjaan proyek bisa selesai Oktober nanti," katanya. Dia menargetkan Museum Keris bisa dibuka untuk umum paling lambat November mendatang, selain pengerjaan "story line" dan diorama, tahun ini juga akan ada pekerjaan yang dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kemendikbud) di lantai dasar. Pekerjaan itu berupa pembenahan ventilasi udara dan saluran air. "Ventilasi yang ada saat ini kalau hujan airnya masuk semua, kemudian juga saluran airnya juga belum lancar, sehingga diperbaiki dan pengerjaannya dari pusat. Info terakhir sudah lelang, jadi kita tinggal nunggu saja," katanya. Ia mengatakan mundurnya pengerjaan "story line" dan diorama itu terjadi karena ada review detail engineering design (DED) dari Pusat. Desain awal yang dipaparkan kepada Ditjen Kebudayaan dinilai masih kurang sehingga perlu dilakukan perbaikan. Museum Keris nantinya bukan hanya sebagai tempat memamerkan koleksi keris, namun juga sebagai sarana edukasi sehingga dibuat dan didesain baik untuk menarik minat anak muda. "Saat kami paparkan katanya kurang bagus, sehingga diganti oleh Kementerian. Itu yang membuat molor," katanya. Eny mengatakan dibukanya Museum Keris diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan saat berkunjung ke Solo. Selama ini kunjungan wisatawan domestik masih membanjiri objek wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Taman Balekambang dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, serta kuliner di Solo. Ia mengatakan untuk wisatawan asing masih tetap mendominasi kunjungan ke Pura Mangkunegaran, Pasar Triwindu Ngarsopura dan Keraton. "Mudah-mudahan Museum Keris bisa memberi warna baru sebagai tempat wisata di Kota Solo," katanya.   Tamasya / Anargya